Selasa, 16 April 2013

Hubungan JKT 48 dan Rookie Boom






Rookie Boom! Penggemar yang juga Digemari

Siapa sih yang tidak mengenal dengan JKT48, JKT 48 adalah idol group  asal indonesia pertama yang yang beranggotaan 28 remaja cantik asal indonesia, JKT48 adalah idol group adik dari AKB48 yaitu idol group di negeri sakura jepang! Lalu apa hubungannya JKT48 dan Rookie boom? Rookie Boom adalah Group Musik asal kota Yogyakarta. 
Mengapa rookie Boom disangkut paut kan dengan JKT48 ? hmm.. sebenarnya JKT48 dan Rookie boom hanyalah sebatas idola dan juga penggemar namun Rookie Boom, Bukan penggemar yang pasif mereka sangat pintar dalam bermain musik, sehingga begitu banyak karya lagu JKT48 yg mereka Cover melalui video di you tube, mereka sangat dikenal oleh para fans JKT48 bahkan juga Member JKT48 sering melihat Video Cover dari mereka, terlebih karya mereka bukan sekedar menjiplak nada yang sudah ada, namun mereka juga punya style sendiri seperti pada Lagu Shonichi, dan yang terbaru adalah futari Nori No jitesha, Lagu yang seharusnya Memiliki tempo cepat mereka ubah dengan indah dengan ballat style.  "Mereka sederhana namun mengagumkan"

Para personel Rookie Boom bukan hanya di idolakan namun juga memiliki idola.

Sebut saja Dika ananto, Ades saputra, dan juga Faris aditya, Jika anda mengenal mereka pasti anda juga tidak asing dengan nama Devi kinal putri, Sendy angriani , dan juga Ghaida farisya, Mereka adalah Member dari JKT48. 
Lalu mengapa disangkut pautkan dengan Personel Rookie Boom? Mudah ! Jika anda fans JKT48 anda pasti tau yang namanya 'oshi'.  Oshi adalah menaruh dukungan kepada Seseorang yang kita gemari.









Nama   :  Dika ananto
Twitter : @dikaananto
Vokal & 2nd Gita
'KinalJKT48'






Nama   :  Ades saputra
Twitter : @adessaputra
BackVo & 1st Guitar
'SendyJKT48












Nama : Faris Aditya
Twitter : @FarisElverdugo
BackVo & LigthStick Style
'GhaidaJKT48'










*Semoga bermanfaat bagi Penggemar JKT48 dan juga Penggemar Rookie Boom.

Selasa, 05 Maret 2013

Sejarah komputer


        Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

Jumat, 01 Maret 2013



SEJARAH UANG



Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang: orang Inggris menyebut upah sebagaisalary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.